EFEKTIVITAS BIOFUNGISIDA Trichoderma koningii TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH DI PEMBIBITAN BATANG BAWAH TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis)

The Effectiveness Of Biofungiside Trichoderma koningii On Prevention Of White Root Disease in Seedling Rubber Nursery (Hevea brasiliensis)

  • Gema Tarigan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan
  • Mardiana Wahyuni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan
  • Guntoro . Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan
Keywords: Hevea brasilliensis, White root fungus, Trichoderma koningii, Seedling Nursery

Abstract

One of the main obstacles in rubber cultivation is the white root fungus (JAP) attack which caused by Rigidophorus ligonosus. This pathogen infects rubber plants from the nursery until the mature plants. Efforts to control the disease have been carried out by chemical, technical culture and use of biological agencies. This research was conducted at the STIP-AP Medan in January 2017 to June 2017, this study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with four replications and four treatments. Using Trichoderma koningii with somes doses were 20 grams, 30 grams, and 40 grams/seedling. The results of this study indicate that the biofungicide  application of Trichoderma koningii 30 g/seedling produces the greatest inhibition of the rubber plants seedling nursery against the growth of pathogens Rigidoporus lignosus.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arwiyanto, (2003). Pengembangan Agenns Hayati Untuk Tanaman Holtikultura. Departemen Pertanian Jakarta.
Basuki I, dan Wisma, s., (1995). Pengenalan Dan Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet , Pusat Penelitian Sungai Putih.
Budiman Haryanto . (2012), Budidaya Karet Unggul, Yogyakarta : Pustaka Baru Press
Cahyono. (2010). Cara sukses berkebun karet. Jakarta
Heru.Didit. Dan Andoko.Agus, (2008). “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet”. Jakarta : Agro Media Pustaka.
Khairul, U., (2001) . Pemanfaatan Bioteknologi Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian. Dalam Falsafah Sains (PPS 702) Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.
Lasminingsih Mudji dan Hendra .s. (2012).Petunjuk praktis pembibitan karet.Jakarta : Agro Media Pustaka.
Rusdi fajar , (2010). Efektivitas pemberian beberapa tingkat dosis garam terhadap pencegahan penyakit jamur akar putih (rigidoporus lignosus) di pembibitan batang bawah tanaman karet (Hevea brasiliensis). Medan.
Rahayu, S., Sujatno, dan Pawirosoemardjo, S. (2006). Manajemen Pengendalian Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet, Hal; 258-260,265. Dalam Prosiding Lokakarya Budidaya Tanaman Karet. Pusat Penelitian Karet Sungai Putih
Siagian, N., (2006), “Pembibitan dan Pengadaan Bahan Tanaman Karet Unggul”, Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sungei Putih.
Siagian, N., (2015), “Cara Mendongkrak Produktivitas Tanaman Karet’’.Jakarta : Agro Media Pustaka.
Sinulingga, W., dan Eddy, s., (1989), Pengendalian Penyakit Jaur Akar Putih Pada Tanaman Karet . Pusat Penelitian Karet, Sunai Putih, Hal; 8-13
Situmorang A., (2004). Status Dan Manajemen Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih Di Perkebunan Karet. Palembang .Pusat Penelitian Karet
Semangun , H. (2000).Penyakit –Penyakit Tanaman Perkebunan Indonesia. Yogyakarta: Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Press.
Sujatno, Rahayu, S.T.S., Nugroho, P.A dan Bukit (2007). Evaluasi pengaruh penanaman ubi kayu terhadap pertumbuhan tanaman karet tahun tanam 2006 di kebun sungai putih, PTPN-3, Balai Penelitian Karet, sungai putih, hal :3-4
Suwahyono U, dan Wahyudi P., (2001) .Trichoderma harizianum dan Aplikasinya : Penelitian Dan Pengembangan Agen Pengendali Hayati . Direktorat Teknologi Bioindustri BPPT.Jakarta
Published
2019-07-02
Section
Articles